INTELLIGENT AGENT (Russell, Norvig)

AGENT adalah segala sesuatu yang mengambarkan persepsi ENVIROMENT (Lingkungan) melalui SENSOR dan ACTING (bertindak) berdasarkan ACTUATOR.

Seperti penjelasan diatas, AGENT mempunyai Sensor sebagai penerima input dan Actuator sebagai media output, Input diperoleh dari lingkungannya dan outputnya pun ke lingkungan yang sama. Contoh misalkan Human Agent memiliki mata, telinga, kulit sebagai input dan tangan, kaki, mulut sebagai Actuator. Software Agent memiliki sensor, keyboard, file/data, network packet sebagai SENSORS dan ACTING pada ENVIOMENTnya dengan ditampilkan dilayar, output file, printout dan pengiriman paket data networking.

Specifying Task Enviroment, Menentukan Tugas pada lingkungan. Kita perlu menentukan pengkuran performance. Setiap performance harus terdapat measurment, jika tidak ada pengukuran maka belum tepat jika disebut sebagai Agent Kecerdasan Buatan. Penentuan tugas pada lingkunganya, kita menggunakan PEAS (performance Measure, Enviroment, Actuator, dan Sensors).

Contoh Studi kasus Analisa Kebutuhan Sistem Informasi Kasir

Pada post kali ini saya hanya akan memberi contoh studi kasus bagaimana cara menganalisa kebutuhan dari user. User yang saya angkat kali ini adalah user sebuah toko frozen food, toko yang berjualan produk-produk makanan beku. Mari kita berasumsi nama user toko tersebut adalah Robig.

robig mengedaki toko yang dimiliki sekarang mempunyai sistem informasi, karena tanpa sistem informasi Robig harus merekap setiap bulan untuk mengetahui omset yang dimiliki, dan kebingungan ketika terlalu banyak pesanan (indend), dan juga susah untuk melihat informasi barang yang paling sering dibeli.

Fitur-fitur sistem informasi yang ingin dimiliki oleh Robig pada sistem informasinya sebagai berikut: 

    • Sistem informasi tersebut dapat mendata PRODUK dengan attribute : idProduk, namaProduk, harga.
    • Mendata CUSTOMER dengan attribute : idCustomer, namaCustomer, alamatCustomer, dan telpCustomer. 
    • mendata setiap PEMESANAN yang masuk dengan attribute yang akan data: tanggal pesanan, nomer pesanan, nama customer pemesan, total harga seluruh produk yang akan dipesan.
    • mendata setiap PEMBELIAN, dengan attribute yang didata: tanggal pembelian, nomer pemesan, nama customer jika termasuk member, total yang harus dibayar, produk-produk yang dibeli. 
    • jika sudah melakukan transaksi PEMESANAN dan akan melakukan PEMBELIAN, user menghendaki hanya tinggal input nomer PEMESANAN saja. 
    • Laporan transaksi setiap bulan. 

When Artificial Intelligence Beats Humans.

AlphaGo documentary

Go, Igo, atau Baduk adalah sebutan untuk permainan legendaris catur bangsa Tiongkok, Cina dan Korea. aturan permainan ini bisa dibilang cukup mudah, hanya ada dua jenis biji, hitam dan putih. Pemenang permainan ini adalah dengan melihat luas teritori yang didapatkan. Dan tidak seperti catur yang sering kita kenal, catur ini dimulai dengan papan yang kosong tidak terdapat bidak atau biji dipapan. papan permainan go profesional adalah 19 x 19, dengan kata lain terdapat 398 tempat untuk meletekan biji Go.

Awal tahun 1990 IBM telah mencengangkan dunia catur prefosional dengan mengalahkan world class championship Garry Kasparov. Untuk pertama kalinya juara dunia catur kalah dengan program atau saya lebih senang dengan kata Kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia.

Permainan catur dengan Go sangat berbeda secara konsep dan teknik. Permainan catur yang bagus adalah pemain yang bisa membaca kemugkinan 5 atau 7 bahkan lebih langkah selanjutnya. Artinya mengatisipasi pergerakan lawan dan mempersiapkan stategi. Komputer adalah mesin yang mempunyai memori dan mempunyai perhitungan jauh lebih cepat dari kita. Dasar DeepBlue adalah memperbesar prediksi langkah setiap pemain dengan menghitungan cost setiap langkah sampai akhir permainan. Artinya DeepBlue mempunyai kemampuan manusia memprediksi langkah sampai akhir kemugkinan yang sangat jarang manusia berfikir permainan catur langkah awal sampai akhir. Atau lebih singkatnya DeepBlue mengunakan algoritma min max searching dalam kecerdasanya.

Algoritma dalam DeepBlue sangat tidak relevan jika diterapkan dalam Go, karena terlalu banyak kemungkinan yang harus dieksplore, Sehingga tidak ada program komputer yang mampu mengalahkan profesional Go sampai dengan munculnya AlphaGo. AlphaGo mempunyai kecerdasan seperti manusia: thinking, learning dan eksploring.

Link Youtue diatas, mengambarkan bagaimana awal proses AlphaGo dibentuk, motivasi dan hasil dari AlphaGo. Tetapi bukan itu yang membuat saya menulis artikel ini. Teknik dari AlphaGo kita bisa mendapatkan penjelasan lebih detail dari para pembuatnya, yang telah mengungah video youtubenya. AlphaGo akan diujikan dengan pemain profesional Go Lee Sedol. Terdapat sadness moment in this video. Melihat seorang jenius Go frustasi, bingung dan kewalahan menghadapi program komputer. Komputer yang didalamnya hanya terdapat nilai biner 1 dan 0, dapat belajar, berfikir dan bertindak melebihi manusia jenius. Brutal, mungkin ini kata yang paling pas untuk mengambarkan kejadian tersebut. kita sebagai umat manusia telah dikalahkan dengan program komputer yang dibuat oleh manusia.

siapa yang menang? manusia atau komputer? apakah nanti kedepanya komputer akan mengambil ahli semua pekerjaan manusia seperti film-film science fiction? kemana nanti manusia yang punya kecerdasan yang tidak lebih cerdas dari kecerdasan komputer? perusahaan akan memilih komputer atau manusia untuk membantu pekerjaan? pekerjaan apa saja yang akan hilang dalam 10 tahun atau 20 tahun mendatang? juru ketik? sistem analis? tax analis? arsitek? desainer?

Ketika melihat kemungkinan-kemungkinan diatas sebagai manusia kita wajib sedih dan senang. Sedih karena teknologi sudah mulai mengantikan peran manusia. Senang karena manusia dapat menciptakan mesin yang dapat learning, belajar 100 tahun atau sampai 1000 tahun. Umur manusia mentok 150 tahun, berapa lama dari umur itu yang digunakan untuk belajar? artinya kita mempunyai program yang dapat membantu kita sehebat manusia atau bahkan lebih hebat dengan biaya yang jauh lebih murah.

Jika nanti Emotional Artificial atau soul Artificial dapat dibentuk, maka kita akan punya human artificial. Saya sangat berharap hal ini tidak terjadi, cukup Artificial Intelligence, lebih dari cukup. Biarlah manusia dan mesin terdapat perbedaan dengan kita punya SOUL.

https://www.theguardian.com/technology/2016/mar/15/googles-alphago-seals-4-1-victory-over-grandmaster-lee-sedol .