When Artificial Intelligence Beats Humans.

AlphaGo documentary

Go, Igo, atau Baduk adalah sebutan untuk permainan legendaris catur bangsa Tiongkok, Cina dan Korea. aturan permainan ini bisa dibilang cukup mudah, hanya ada dua jenis biji, hitam dan putih. Pemenang permainan ini adalah dengan melihat luas teritori yang didapatkan. Dan tidak seperti catur yang sering kita kenal, catur ini dimulai dengan papan yang kosong tidak terdapat bidak atau biji dipapan. papan permainan go profesional adalah 19 x 19, dengan kata lain terdapat 398 tempat untuk meletekan biji Go.

Awal tahun 1990 IBM telah mencengangkan dunia catur prefosional dengan mengalahkan world class championship Garry Kasparov. Untuk pertama kalinya juara dunia catur kalah dengan program atau saya lebih senang dengan kata Kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia.

Permainan catur dengan Go sangat berbeda secara konsep dan teknik. Permainan catur yang bagus adalah pemain yang bisa membaca kemugkinan 5 atau 7 bahkan lebih langkah selanjutnya. Artinya mengatisipasi pergerakan lawan dan mempersiapkan stategi. Komputer adalah mesin yang mempunyai memori dan mempunyai perhitungan jauh lebih cepat dari kita. Dasar DeepBlue adalah memperbesar prediksi langkah setiap pemain dengan menghitungan cost setiap langkah sampai akhir permainan. Artinya DeepBlue mempunyai kemampuan manusia memprediksi langkah sampai akhir kemugkinan yang sangat jarang manusia berfikir permainan catur langkah awal sampai akhir. Atau lebih singkatnya DeepBlue mengunakan algoritma min max searching dalam kecerdasanya.

Algoritma dalam DeepBlue sangat tidak relevan jika diterapkan dalam Go, karena terlalu banyak kemungkinan yang harus dieksplore, Sehingga tidak ada program komputer yang mampu mengalahkan profesional Go sampai dengan munculnya AlphaGo. AlphaGo mempunyai kecerdasan seperti manusia: thinking, learning dan eksploring.

Link Youtue diatas, mengambarkan bagaimana awal proses AlphaGo dibentuk, motivasi dan hasil dari AlphaGo. Tetapi bukan itu yang membuat saya menulis artikel ini. Teknik dari AlphaGo kita bisa mendapatkan penjelasan lebih detail dari para pembuatnya, yang telah mengungah video youtubenya. AlphaGo akan diujikan dengan pemain profesional Go Lee Sedol. Terdapat sadness moment in this video. Melihat seorang jenius Go frustasi, bingung dan kewalahan menghadapi program komputer. Komputer yang didalamnya hanya terdapat nilai biner 1 dan 0, dapat belajar, berfikir dan bertindak melebihi manusia jenius. Brutal, mungkin ini kata yang paling pas untuk mengambarkan kejadian tersebut. kita sebagai umat manusia telah dikalahkan dengan program komputer yang dibuat oleh manusia.

siapa yang menang? manusia atau komputer? apakah nanti kedepanya komputer akan mengambil ahli semua pekerjaan manusia seperti film-film science fiction? kemana nanti manusia yang punya kecerdasan yang tidak lebih cerdas dari kecerdasan komputer? perusahaan akan memilih komputer atau manusia untuk membantu pekerjaan? pekerjaan apa saja yang akan hilang dalam 10 tahun atau 20 tahun mendatang? juru ketik? sistem analis? tax analis? arsitek? desainer?

Ketika melihat kemungkinan-kemungkinan diatas sebagai manusia kita wajib sedih dan senang. Sedih karena teknologi sudah mulai mengantikan peran manusia. Senang karena manusia dapat menciptakan mesin yang dapat learning, belajar 100 tahun atau sampai 1000 tahun. Umur manusia mentok 150 tahun, berapa lama dari umur itu yang digunakan untuk belajar? artinya kita mempunyai program yang dapat membantu kita sehebat manusia atau bahkan lebih hebat dengan biaya yang jauh lebih murah.

Jika nanti Emotional Artificial atau soul Artificial dapat dibentuk, maka kita akan punya human artificial. Saya sangat berharap hal ini tidak terjadi, cukup Artificial Intelligence, lebih dari cukup. Biarlah manusia dan mesin terdapat perbedaan dengan kita punya SOUL.

https://www.theguardian.com/technology/2016/mar/15/googles-alphago-seals-4-1-victory-over-grandmaster-lee-sedol .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *